-- - --

Wednesday, November 11, 2009

Kebakaran SMANSAGA, Lampung Tengah


Rabu, 11 November 2009,

Kotagajah - SMA Negeri 1 Kotagajah mengalami suatu musibah kebakaran yang memakan korban 2 CPU, 3 Monitor dan 2 AC. Penyebab kejadian ini masih dicari oleh  pihak yang berwajib.

Salah seorang siswa menceritakan bahwa saat kejadian mereka (siswa-siswi kelas XII A2) seharusnya menempati ruang itu, namun tidak seperti biasanya, guru menyuruh mereka untuk memakai Lab. komputer yang berada di Lantai 2.

Kebakaran tersebut diketahui saat salah seorang murid kelas XI membuka pintu ruang tersebut yang pada saat itu tertutup. saat Ia buka, ternyata asap hitam sudah memenuhi ruangan tersebut. Kemudian, Ia segera memberi tahu guru dan murid-murid yang lain bahwa telah terjadi kebakaran.

Mengetahui adanya kebakaran, para guru, murid, satpam dan pekerja segera bergotong royong untuk memadamkan api  yang memakan 2 CPU, 3 Monitor dan 2 AC tersebut.

Api dapat dipadamkan 1,5 jam setelah kejadian yaitu sekitar pukul 13.30. Dan tak lama kemudian Wakil Bupati  datang untuk meninjau lokasi kejadian

Kerugian akibat kebakaran tersebut di taksir hingga 200 juta, namun masih belum bisa dipastikan bahwa kerugian mencapai angka tersebut.



Ket. Gambar :
- Sebagian murid SMA N 1 Kotagajah dan Seorang guru yang ikut membantu memadamkan api.
- Video kebakaran dapat dilihat di sini.(Video Bagian tengah atau berita ke-2)

Saturday, November 7, 2009

'HALLOWEEN II', Dendam Kesumat Michael Myers





Pemain: Malcolm McDowell, Scout Taylor-Compton, Tyler Mane

Oleh: Fatchur Rochim

Mimpi buruk kota Haddonfield ternyata tak berhenti saat munculnya Michael Myers (Tyler Mane) dan menghabisi banyak nyawa yang ia anggap bertanggung jawab pada apa yang ia alami saat itu. Beberapa tahun kemudian pembantaian di malam Halloween itu kembali harus berulang karena Michael masih punya urusan yang belum terselesaikan.

Michael Myers memang tumbuh dalam keluarga yang berantakan. Sejak kecil ia sudah menunjukkan gejala kelainan jiwa. Michael punya hobi menyiksa dan membunuh binatang. Suatu hari di malam Halloween, Michael menghabisi nyawa kakak dan ayah tirinya dan karena itu ia harus menghabiskan hampir seumur hidupnya di rumah sakit jiwa dalam pengawasan dokter Sam Loomis (Malcolm McDowell).

Suatu ketika Michael berhasil lolos dari rumah sakit dan 'pulang' ke Haddonfield untuk menebar teror pembantaian di sana. Ketika semuanya berakhir, semua orang mengira bahwa Michael Myers telah tewas. Tak ada yang tahu bahwa Michael masih menyimpan dendam lama dan bermaksud menuntaskan masalah di malam yang paling ia sukai, malam Halloween.

Sepertinya Rob Zombie tak berusaha menutup-nutupi bahwa ia sedikit terobsesi dengan karakter Michael Myers yang ada dalam franchise HALLOWEEN. Kalau dalam proyek pertama Rob belum terlalu berani bereksperimen, kali ini Rob sudah mulai menunjukkan sisi 'kreatif'. Ada beberapa hal yang bisa dibilang menyimpang dari pakem HALLOWEEN yang digagas John Carpenter di tahun 1978.

Rob mulai memasukkan latar belakang psikologis Michael Myers yang tidak terlalu diperhatikan oleh John Carpenter. Michael Myers yang semula digambarkan sebagai sosok yang murni kejam dan jahat kini diolah lagi oleh Rob Zombbie, sang sutradara, dan terkesan bahwa masa lalu dan lingkunganlah yang membentuknya menjadi begitu. Rob juga memasukkan unsur sureal dalam bentuk penglihatan yang dialami Michael hampir sepanjang film.

Secara visual pun karakter ini mengalami transformasi. Topeng tak lagi jadi trademark dan hampir setengah jalan cerita tokoh utama ini tak mengenakan topeng lagi. Saat membunuh pun Michael mengeluarkan suara dan tidak lagi jadi pembunuh yang 'pendiam' seperti pada versi awal. Penafsiran yang berbeda ini mau tak mau sedikit berdampak pada mereka yang sudah kenal Michael Myers sejak dulu.Selebihnya, film yang sempat diberi title H2 ini masih tidak jauh dari karya Rob Zombie HOUSE OF 1000 CORPSES dan THE DEVIL'S REJECTS. Kalau Anda suka darah, mayat dan adegan pembunuhan, Anda pasti sudah kenal Rob Zombie. (kpl/roc)

Dikutip dari : KapanLagi.com

Queen It's a Kinda Magic!, Hidupkan Semangat Pertunjukan Teatrikal





Selama dua hari, Kamis hingga Jumat, tanggal 5 dan 6 November kemarin, para pencinta grup band legendaris Queen diajak bernostalgia dengan dihidupkannya kembali energi dan semangat pertunjukan teatrikal ala Freddie Mercury cs. Konser itu sendiri digelar di Kempinski Grand Ballroom, West Mall-Level 11, Grand Indonesia Shopping Town.

Konser yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB ini menghadirkan Queen It's A Kinda Magic!, salah satu tribute band terbaik dunia asal Australia yang mengusung musik dan gaya Queen dan menghidupkan kembali tur keliling dunia Queen sejak tahun 1986.




Dengan tiket seharga Rp1 juta (platinum), Rp800.000 (VVIP), Rp600.000 (gold) dan Rp300.000 (silver), penonton yang memadati venue dibuai dengan sekitar 20 lagu yang dibawakan Craig Pesco (vokal) dengan gaya Freddie Mercury-nya, Travis Hair (gitar) dengan petikan gitar ala Brian May, Matt Newton (bass) dengan betotan bass yang mengingatkan kita akan John Deacon, dan Brett Millican (drum) dengan gebukan set drum macam Roger Taylor.Lagu-lagu seperti We Will Rock You, Bohemian Rhapsody, We Are The Champions, Fat Bottom Girls, dan Radio Gaga yang legendaris itu pun tidak ketinggalan dibawakan. Para penonton yang semula duduk manis menikmati pertunjukan pun sontak berdiri dan larut menyanyikan hampir dari semua lagu Queen yang dibawakan Queen It's a Kinda Magic!. (kpl/bbm/npy)

Dikutip dari : KapanLagi.com

---

---